Sedang Ramai Dibahas
light_mode
Trending Tags
Beranda » Healing Food » Pawon Mbah Sastro Citra Raya, Kuliner Jawa Prasmanan yang Bikin Kangen Kampung Halaman

Pawon Mbah Sastro Citra Raya, Kuliner Jawa Prasmanan yang Bikin Kangen Kampung Halaman

  • account_circle Yo Wen
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjelang siang kali ini, saya tiba-tiba ingin menikmati masakan Jawa. Bukan restoran mewah atau makanan kekinian, tetapi masakan rumahan sederhana dengan aneka sayur dan lauk yang bisa kita pilih sendiri secara prasmanan.

Setelah cek Google Maps, pilihan saya jatuh ke Pawon Mbah Sastro Citra Raya. Dari Karawaci, waktu tempuhnya sekitar 25 menit. Tidak terlalu jauh, jadi langsung saja saya berangkat.

Ternyata perjalanan menuju Pawon Mbah Sastro cukup menarik, Healingers. Dari Karawaci, Google Maps mengarahkan saya melewati jalan baru di kawasan Paramount Petals yang baru dibuka untuk umum beberapa bulan lalu. Setelah itu perjalanan dilanjutkan melewati beberapa jalan kecil hingga akhirnya masuk kawasan Citra Raya.

Mendekati lokasi, saya sempat bertanya dalam hati, “Benar lewat sini?”

Pasalnya, untuk menuju warung makan ini saya harus masuk melalui sebuah jalan kecil. Untungnya tidak terlalu jauh, hanya beberapa ratus meter sebelum akhirnya sampai di Pawon Mbah Sastro.

Datang Jam 10.30, Menu Masih Lengkap

Saya tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Menurut saya, ini waktu yang cukup ideal. Belum terlalu ramai oleh pengunjung makan siang dan, yang paling penting, pilihan makanannya masih lengkap.

Menurut salah satu pelayan, Pawon Mbah Sastro sudah menyiapkan berbagai menu sejak pukul 08.00 pagi. Jadi Healingers yang ingin sarapan dengan nasi, sayur dan lauk ala masakan rumahan Jawa juga sudah bisa datang sejak pagi.

Nama tempat ini sendiri sudah cukup menggambarkan konsep yang ditawarkan. Dalam bahasa Jawa, pawon berarti dapur. Jadi begitu mendengar nama Pawon Mbah Sastro, bayangan tentang dapur tradisional dengan masakan rumahan Jawa langsung muncul.

Dan ternyata memang seperti itu.

Begitu masuk, saya langsung disambut deretan masakan prasmanan yang membuat mata sibuk memilih.

Sayur Lodeh hingga Ayam Serundeng

Salah satu menu wajib yang langsung menarik perhatian saya tentu sayur lodeh. Saat itu tersedia sayur lodeh dan sayur lodeh tempe.

Sayur Lodeh Tempe di Pawon Mbah Sastro (Photo : Yowen)

Healingers bisa mengambil sayur langsung di piring bersama nasi atau menggunakan mangkuk tersendiri. Karena lodeh termasuk salah satu makanan favorit saya, sudah pasti saya memilih mangkuk terpisah.

Selain sayur lodeh tempe, pilihan saya jatuh pada oseng pepaya, jangan krecek, dan ayam goreng dengan taburan serundeng yang terlihat sangat menggoda.

Menu pilihan saya di Pawon Mbah Sastro (Photo : Yowen)

Oh iya, jangan bingung kalau mendengar istilah jangan dalam masakan Jawa. Dalam bahasa Jawa, jangan berarti sayur. Jadi jangan krecek bukan berarti “dilarang makan krecek”, ya, Healingers!

Ada pula telur kriwil atau telur crispy. Saya sebenarnya sempat mencari olahan telur lain, seperti oseng telur ceplok atau telur dengan bumbu rumahan yang sering ditemukan di warung makan Jawa. Sayangnya, saat saya datang pilihan olahan telur yang tersedia hanya telur kriwil.

Pilihan lauk lainnya sebenarnya cukup beragam. Konsep prasmanan seperti ini justru menyenangkan karena kita bebas menentukan sendiri kombinasi sayur dan lauk sesuai selera.

Rasanya? Ini Baru Masakan Jawa!

Setelah semua pilihan mendarat di meja, waktunya mencoba.

Dan… wah, cocok!

Buat saya yang pernah tinggal di Jawa Tengah, mencari masakan Jawa yang benar-benar cocok di lidah di kawasan Jakarta dan Tangerang terkadang cukup menantang. Banyak tempat menawarkan menu Jawa, tetapi rasa akhirnya belum tentu sesuai dengan cita rasa yang saya ingat.

Di Pawon Mbah Sastro, rasa masakannya justru mengingatkan saya pada masakan rumahan Jawa: sederhana, tidak perlu banyak gaya, tetapi nikmat ketika disantap bersama nasi hangat.

Menu prasmanan di Pawon Mbah Sastro (Photo : Yowen)

Harganya juga masih cukup ramah di kantong. Saat saya berkunjung, semangkuk sayur lodeh sekitar Rp10.000, oseng pepaya Rp3.000, dan ayam serundeng Rp14.000.

Suasana Joglo di Tengah Citra Raya

Bukan hanya makanannya yang membawa nuansa Jawa. Pawon Mbah Sastro Citra Raya juga memiliki bangunan bergaya joglo dengan dominasi meja dan kursi kayu serta berbagai ornamen bernuansa jadul.

Tempatnya memang tidak terlalu luas, tetapi menurut saya justru terasa lebih nyaman dan tidak kehilangan kesan warung makan rumahan.

Suasana di Pawon Mbah Sastro (Photo : Yowen)

Suasananya seolah mengajak kita berhenti sebentar dari wajah Citra Raya yang modern untuk duduk santai menikmati sepiring nasi, sayur lodeh, dan lauk rumahan.

Tips Sebelum Datang ke Pawon Mbah Sastro

Buat Healingers yang ingin mendapatkan pilihan menu lebih lengkap, saya sarankan datang pagi hingga sebelum jam makan siang.

Menurut salah satu pelayan, ketika sudah memasuki sekitar pukul 15.00, beberapa menu favorit biasanya mulai habis. Pawon Mbah Sastro sendiri hanya buka sampai pukul 18.00 WIB.

Jadi kalau sedang mencari kuliner Jawa di Tangerang atau sedang rindu masakan rumahan yang mengingatkan suasana Jawa Tengah dan Yogyakarta, Pawon Mbah Sastro bisa masuk dalam daftar kuliner yang wajib Healingers coba.

Siapa tahu, semangkuk sayur lodeh dan ayam serundeng di sini bisa sedikit mengobati rasa kangen dengan masakan kampung halaman.

Lokasi Pawon Mbah Sastro

Pawon Mbah Sastro
Jl. Tarisi No. 18, Mekar Bakti, Kec. Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten 15710

Jam buka: 08.00–18.00 WIB
Buka: Setiap hari

  • Penulis: Yo Wen

Pilihan Seru untuk Healingers

  • Wisata Gapura Ke Langit Ketujuh Di Candi Cetho Karanganyar

    Wisata Gapura Ke Langit Ketujuh Di Candi Cetho Karanganyar

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kebanyakan candi berdiri di kawasan dataran rendah. Namun, berbeda dengan candi Cetho Karanganyar yang berdiri di kaki gunung Lawu. Keberadaannya di ketinggian menjadi pesona tersendiri untuk menikmati keindahan lekuk candi yang berpadu cantik dengan kecantikan panorama pegunungan. Salah satunya adalah salah satu gapura yang berdiri tegak di sudut barat dari candi. Gapura tinggi ini menjadi […]

  • Touring Motor ke Geopark Ciletuh: Serunya Rute & View Keren Sukabumi 15:49 Play Button

    Touring Motor ke Geopark Ciletuh: Serunya Rute & View Keren Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Touring motor ke Geopark Ciletuh tuh selalu punya cara buat bikin hati adem, ya healingers. Perjalanan kali ini dimulai dari arah Sukabumi lanjut ke Pelabuhan Ratu dengan jalur yang naik turun, penuh tikungan, tapi justru itu yang bikin nagih! Sepanjang jalan, mata dimanjakan sama view hijau perbukitan dan birunya laut yang sesekali muncul di sisi […]

  • Tips Traveling Santai

    Tips Traveling Santai untuk Healingers: Liburan Nyaman, Pikiran Ikut Tenang

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Healingers, kalau kamu traveling tapi pulangnya malah capek, berarti ada yang perlu diubah dari cara liburanmu. Traveling seharusnya jadi momen buat istirahat, bukan sekadar pindah lokasi lalu kelelahan. Di healingkuy, kita percaya kalau liburan terbaik adalah yang bikin hati lebih ringan dan pikiran ikut pulang dengan tenang. Nah, biar perjalananmu benar-benar jadi healing trip, coba […]

  • Gereja Ayam Bukit Rhema: Spot Sunrise Magelang yang Wajib Dicoba photo_camera 6

    Gereja Ayam Bukit Rhema: Spot Sunrise Magelang yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Healingers, kalau kamu lagi cari tempat healing yang beda, coba deh mampir ke Bukit Rhema atau yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam di kawasan Desa Wisata Kembanglimus, Magelang. Tempat ini bukan cuma viral karena film Ada Apa dengan Cinta 2, tapi juga punya makna spiritual yang dalam. Bentuknya memang mirip ayam, tapi sebenarnya adalah burung […]

  • Hotel Amanjiwo Borobudur: Pengalaman Mewah Menginap di Magelang

    Hotel Amanjiwo Borobudur: Pengalaman Mewah Menginap di Magelang

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Berlokasi di tengah lanskap alam yang luar biasa, Hotel Amanjiwo Borobudur di Magelang menawarkan pengalaman menginap yang mewah dan tak terlupakan. Terletak dengan pemandangan langsung ke Candi Borobudur yang megah, hotel ini menggabungkan kemewahan modern dengan kearifan lokal, menciptakan suasana yang tenang untuk memanjakan tubuh dan jiwa para tamu. Pesona Lokasi Amanjiwo yang Tak Tertandingi […]

  • Kedai Makmoer 88 Lippo Karawaci photo_camera 6

    Bubur Kanton Karawaci yang Lagi Hits, Mulai 20 Ribuan!

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Kalau healingers lagi bosan dengan bubur ayam biasa, cobain deh sensasi Bubur Kanton di Kedai Makmoer 88 yang lagi hits di Karawaci. Pilihan menunya lengkap banget, mulai dari Bubur Kanton Udang, Sapi, Jamur, Polos, hingga Ayam favorit banyak orang. Dengan harga mulai Rp20.000, healingers sudah bisa menikmati semangkuk bubur hangat yang lembut dan gurih—cocok disantap […]

expand_less