Sedang Ramai Dibahas
light_mode
Trending Tags
Beranda » Healing Article » Sejarah Kerupuk Kemplang dengan Rasa yang Disukai Oleh Dunia

Sejarah Kerupuk Kemplang dengan Rasa yang Disukai Oleh Dunia

  • account_circle Yo Wen
  • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejarah Kerupuk Kemplang telah ada dan diwariskan secara turun-temurun. Kerupuk ini menjadi camilan ringan khas pesisir selatan Sumatera. Meliputi daerah Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung. Makanan yang berasal dari ikan ini sangat cocok untuk semua lidah.

Dahulu cemilan ini terbuat dari ikan Belida, yang merupakan ikon kota Palembang. Saat ini populasi ikan ini mulai jarang, sehingga diganti oleh ikan jenis lainnya, seperti gabus dan tenggiri. Bahkan pada beberapa daerah ada juga yang menggunakan cumi atau udang.

Nama Kemplang diambil dari dialek lokal Melayu Selatan, Kemplang dapat diartikan memukul. Proses pembuatan camilan yang berasal dari campuran ikan dan tepung tapioka ini, harus dengan dipukul. Adonan yang telah siap, di bentuk bulat gepeng lalu di pukul-pukul untuk meratakannya.

Ada juga yang menyebutnya dengan kelempang atau kelempelang. Hal ini karena bentuknya yang bulat saat dibakar ataupun digoreng dan akan menjadi lebar atau besar. Pengucapannya hampir sama, tapi kedua kata ini mempunyai arti yang berbeda.

Nama kemplang karena cara pembuatannya, sedangkan Kelempang karena bentuk makannya. Keduanya menjadi bagian warisan budaya lokal. 

Panganan khas ini masih bertahan hingga kini. Cita rasa panganan ini hampir menyerupai empek-empek, karena adonan yang digunakan hampir mirip.

Sejarah kerupuk kemplang akan membawa kita kembali ke abad 16. Pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II. Pada masa itu, banyak pedagang Tionghoa masuk ke Palembang, membawa masakan tradisionalnya. 

Makanan ini kemudian berkembang mengikuti cita rasa lokal, sehingga lahirlah jenis  makanan baru, salah satunya kerupuk Kemplang.

Sejak dahulu kemplang dibuat sebagai industri rumahan. Adonan yang terdiri dari tepung dan daging ikan dicampur menggunakan tangan. Adonan kemudian diuleni di sebuah meja kayu yang rata. Lalu dengan menggunakan kayu panjang, adonan di ‘kemplang’ agar pipih. Setelah itu dikukus dalam sebuah kuali besar ditutupi dandang khusus. 

Setelah matang, kerupuk yang masih basah disusun di atas papan penjemur. Proses penjemuran di bawah sinar matahari, hingga adonan kering. Kadang proses ini membutuhkan waktu berhari-hari.

Teknik memasak yang unik menjadi bagian sejarah Kerupuk Kemplang

Zaman dahulu memasak masih menggunakan tungku atau bara api. Begitu juga dengan camilan ini. Kerupuk yang sudah kering dibakar satu persatu di atas bara api atau pasir panas. Cara unik ini memberikan aroma yang khas. Penggunaan pasir yang bersih dan hawa panas dari api, dapat membunuh kuman dan bibit penyakit.

Panganan ini sejak dulu sudah menjadi camilan sehari-hari. Menikmatinya biasanya menggunakan sambal khusus. Bukan sambal terasi yang berwarna hitam, tetapi sambal cair dengan warna kemerahan dan aroma yang segar.

Sambal pedas menjadi bagian sejarah kerupuk kemplang. Sambal yang dibuat mendadak, tanpa bahan pengawet. Memberikan sensasi rasa pedas dan segar saat dinikmati bersama kerupuk. 

Cita rasa kerupuk Kemplang dan sambalnya yang khas, masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Walaupun berbagai cara modern digunakan, tetapi semua itu tidak mengurangi kenikmatannya.

Pada acara Asean Games, panganan ini menjadi salah satu kuliner favorit para atlet dan tamu dari negara asing. Keunikan cara membuatnya, serta rasa dan aroma  yang tidak biasa, menjadikan makanan ini sesuatu yang berbeda buat mereka.

Kuliner khas Palembang ini sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Jika tertarik mencicipinya, silahkan berkunjung ke Palembang. Lalu ceritakan pada dunia.  Sebagai cara melestarikan Sejarah Kerupuk Kemplang.

  • Penulis: Yo Wen

Healingers Bilang Apa? (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Pilihan Seru untuk Healingers

  • Durian Jatohan Ajid Pandeglang: Surga Durian Unggulan Khas Pandeglang Banten

    Durian Jatohan Ajid Pandeglang: Surga Durian Unggulan Khas Pandeglang Banten

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Hari ini, perjalanan kami menuju Pandeglang, Banten, untuk mengunjungi salah satu pusat durian terbaik di daerah ini—Durian Jatohan Ajid. Tempat ini telah berdiri selama 13 tahun dan menjadi destinasi favorit para pecinta durian. Beragam Durian Berkualitas Tinggi Durian Jatohan Ajid menawarkan berbagai macam durian unggulan dengan karakteristik unik, mulai dari rasa manis hingga pahit. Semua […]

  • Rumah Apung Pulau Burung Serang: Kuliner Unik Makan di Atas Air photo_camera 5

    Rumah Apung Pulau Burung Serang: Kuliner Unik Makan di Atas Air

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Healingers, kalau kamu lagi cari pengalaman kuliner yang beda, wajib banget cobain Rumah Apung Pulau Burung. Tempat makan yang baru buka ini menawarkan sensasi makan di atas air dengan saung-saung estetik yang bikin suasana makin syahdu. Perjalanan touring menuju sini juga seru banget—mulai dari jalanan Serang sampai kumpul bareng teman, semua terasa jadi bagian dari […]

  • Pawon Mbah Sastro Citra Raya

    Pawon Mbah Sastro Citra Raya, Kuliner Jawa Prasmanan yang Bikin Kangen Kampung Halaman

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Menjelang siang kali ini, saya tiba-tiba ingin menikmati masakan Jawa. Bukan restoran mewah atau makanan kekinian, tetapi masakan rumahan sederhana dengan aneka sayur dan lauk yang bisa kita pilih sendiri secara prasmanan. Setelah cek Google Maps, pilihan saya jatuh ke Pawon Mbah Sastro Citra Raya. Dari Karawaci, waktu tempuhnya sekitar 25 menit. Tidak terlalu jauh, […]

  • Pengalaman Mewah dan Seru di Sunsetfalls Gardens & Resort, Magelang

    Pengalaman Mewah dan Seru di Sunsetfalls Gardens & Resort, Magelang

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Perjalanan kali ini dimulai saat dini hari, tepat pukul 02.00. Kami berangkat dari Tangerang menuju Magelang. Pada pukul 06.45, kami tiba di kota Semarang. Kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan sarapan di Kedai Beringin Indonesia yang terletak di Jalan Beringin, Semarang. Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan menuju Magelang, tepatnya ke dataran tinggi Kopeng. Sesampainya di […]

  • Wisata Instagramable Di Heha Sky View Yogyakarta

    Wisata Instagramable Di Heha Sky View Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Selain pesona wisata alam dan sejarahnya yang selalu jadi andalan, belakangan wisata dengan konsep kekinian memang menjadi trend tersendiri di Jogja. Salah satunya di Heha Sky View. Di sini kita akan menikmati wisata seru yang menyatukan panorama alam langit Jogja dengan kuliner dan desain yang instagramable. Berlokasi masih relatif dekat dengan kota Jogja, hanya sekitar […]

  • Hotel Amanjiwo Borobudur: Pengalaman Mewah Menginap di Magelang

    Hotel Amanjiwo Borobudur: Pengalaman Mewah Menginap di Magelang

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Yo Wen
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Berlokasi di tengah lanskap alam yang luar biasa, Hotel Amanjiwo Borobudur di Magelang menawarkan pengalaman menginap yang mewah dan tak terlupakan. Terletak dengan pemandangan langsung ke Candi Borobudur yang megah, hotel ini menggabungkan kemewahan modern dengan kearifan lokal, menciptakan suasana yang tenang untuk memanjakan tubuh dan jiwa para tamu. Pesona Lokasi Amanjiwo yang Tak Tertandingi […]

expand_less