Share this content:
Awal tahun selalu jadi momen yang pas untuk berburu kuliner favorit, termasuk saat main ke Bandung. Kali ini, healingers, saya akhirnya kembali mencoba salah satu kuliner yang sejak lama masuk wishlist tapi selalu gagal didatangi, yaitu Cuanki dan Batagor Serayu Bandung. Jujur saja, ini bukan kunjungan pertama saya mencoba ke tempat ini. Sudah beberapa kali mampir, tapi selalu tidak beruntung—entah karena sudah habis atau justru datang saat tempatnya tutup.
Namun, hari ini berbeda.
Datang Tepat Jam Makan Siang, Tapi Masih Harus Menunggu
Hari ini saya datang di hari Jumat, tepat pukul 12.00 siang, jam yang bisa dibilang jam rawan tapi juga jam emas untuk berburu kuliner. Sayangnya, saat sampai di lokasi, Cuanki & Batagor Serayu terlihat tutup. Sempat terpikir, “wah, gagal lagi nih.”
Ternyata, tempat ini tutup sementara karena ibadah Jumat. Jadi bukan tutup seharian. Di depan lokasi sudah terlihat beberapa orang yang tampaknya juga sedang menunggu, sama seperti saya. Suasananya masih cukup lengang, belum terlihat kerumunan.
Beberapa menit berlalu, dan suasana mulai berubah.
Dari Sepi ke Antrean Panjang dalam Hitungan Menit
Satu per satu orang mulai berdatangan. Tanpa sadar, antrean pun terbentuk dengan rapi. Menariknya, healingers, di sini antrean dibuat terpisah antara pelanggan yang ingin makan di tempat dan yang ingin take away.

Untuk take away, pengunjung bisa langsung pesan dan bayar di kasir. Sementara untuk makan di tempat, antrean dibuat tersendiri hingga mendapat tempat duduk. Sistem ini cukup membantu agar antrean tetap tertib meskipun pengunjung terus berdatangan.
Area Makan Indoor dan Outdoor
Cuanki & Batagor Serayu menyediakan dua pilihan area makan, yaitu indoor dan outdoor. Area dalam cocok untuk kamu yang ingin duduk santai, sementara area outdoor pas buat healingers yang suka suasana terbuka sambil menikmati udara Bandung.
Tak heran kalau tempat ini selalu ramai. Suasananya sederhana, tapi hidup—tipikal kuliner Bandung yang lebih mengutamakan rasa daripada gimmick.
Menu Andalan: Cuanki, Tapi Batagor Tetap Menggoda
Pastinya, menu favorit di tempat ini adalah cuanki-nya. Hampir semua orang yang datang memesan cuanki. Tapi karena penasaran, saya akhirnya memutuskan untuk memesan satu porsi batagor juga. Rasanya sayang kalau sudah sejauh ini tapi tidak mencoba dua-duanya.

Satu porsi cuanki di sini dibanderol dengan harga Rp 23.000, harga yang masih sangat masuk akal untuk ukuran kuliner legendaris Bandung.
Cita Rasa yang Berbeda dari Cuanki Kebanyakan
Begitu suapan pertama masuk, langsung terasa bedanya. Rasa ikan di cuanki-nya sangat kuat, tapi tetap ringan dan tidak amis. Ini bukan tanpa alasan, healingers.

Berbeda dengan cuanki pada umumnya yang menggunakan kaldu ayam atau kaldu sapi, Cuanki Serayu menggunakan kaldu dari tulang ikan. Inilah yang membuat kuahnya terasa khas, gurih alami, dan punya aroma yang berbeda dari cuanki lain.
Isian cuankinya juga terasa padat, dengan tekstur yang pas dan tidak lembek.
Batagor Renyah di Luar, Lembut di Dalam
Untuk batagornya, hasilnya juga tidak mengecewakan. Batagor digoreng renyah, tetapi bagian dalamnya tetap lembut dan terasa ikannya. Tidak kering, tidak keras, dan sangat pas disantap selagi hangat dengan siraman bumbu kacang.
Perpaduan cuanki berkuah hangat dan batagor goreng ini benar-benar bikin puas, apalagi disantap di jam makan siang.
Berdiri Sejak 2017 dan Pernah Viral
Sebagai informasi, healingers, Cuanki & Batagor Serayu sudah berdiri sejak tahun 2017. Tempat ini sempat viral dan berlokasi di Jalan Serayu, sesuai dengan nama yang mereka gunakan.
Meski sudah bertahun-tahun berlalu sejak viral pertama kali, tempat ini tetap konsisten menjaga kualitas rasa. Itulah yang membuat banyak orang rela antre dan kembali lagi.
Rekomendasi Kuliner Bakso & Cuanki Serayu Bandung
Setelah beberapa kali gagal, akhirnya penantian saya untuk mencicipi Cuanki & Batagor Serayu Bandung benar-benar terbayar. Dari kuah cuanki berbasis tulang ikan yang khas, batagor yang renyah tapi lembut, hingga suasana antrean yang tertib—semuanya jadi pengalaman kuliner yang menyenangkan.
Buat healingers yang sedang atau berencana liburan ke Bandung, tempat ini layak banget masuk daftar kuliner wajib coba. Tapi satu tips penting: datang lebih awal dan perhatikan jam ibadah Jumat, ya. Biar tidak mengalami drama “hampir gagal” seperti saya 😄
